Menatap Langit

Surya di ufuk timur mulai mengucapkan selamat tinggal
Menenggelamkan tubuhnya perlahan
Senyumnya hilang berbarengan dengan datangnya sang rembulan
Dia sangat jauh di luar bulatan biru tempatku berpijak
Dia bak tersenyum kepada khalayak ramai
Dengan sinarnya yang dia pinta dari sang surya
Kebahagiaannya tak pernah sepi
Karena dia tak berpijak sendiri dalam kegelapan
Dia ditemani  bintang-bintang kerlap kerlip nan cantik
Tapi …
Aku selalu disini
Duduk di trotoar lapuk nan bau dengan wajah pucat
Aku memang tak selalu sendiri
Disini banyak khalayak ramai yang berlalu lalang
Tapi mereka hanyalah robot bisu tanpa hati
Dengan suara memelas “minta… minta… minta…”
Aku ingin seperti mereka yang duduk di kursi empuk
Tapi kapan?
Aku hamba Tuhan yang hanya bisa menatap langit

0 komentar:

Posting Komentar